Tirta Kahuripan Bogor gandeng swasta tingkatkan cakupan layanan

thefilosofi.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan menggandeng pihak swasta untuk meningkatkan cakupan pelayanan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang baru mencapai 28,01 persen.

“Kerja sama ini semata-mata untuk menambah kapasitas air di wilayah Kecamatan Megamendung, Ciawi, Caringin dan diharapkan dapat mulai beroperasi tahun 2023,” kata Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad di Cibinong, Bogor, Rabu.

Kerja sama berupa pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) hingga infrastruktur perpipaan di wilayah selatan Kabupaten Bogor ini dilaksanakan oleh PT Sauh Bahtera Ciawi Sukses dengan diawasi oleh konsultan pengawas independen.

SPAM baru ini akan menambah kapasitas produksi Tirta Kahuripan hingga 150 liter air bersih per detik dengan mengambil air baku dari Sungai Sukabirus, Desa Sukaresmi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Skema kerja sama tersebut, kata Abdul Somad, sudah diatur Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum Pemerintah membuka ruang bagi BUMD dapat bekerja sama dengan badan usaha swasta untuk terlibat di sektor air.

Hal ini merupakan kerja sama business to business (B to B) antara PT Sauh Bahtera Ciawi Sukses sebagai Badan Usaha Pelaksana (BUP) dengan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor dengan skema Build, Operate, Transfer (BOT).

Abdul Somad menyebutkan, langkah ini selaras dengan target tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang juga dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang mengamanatkan terwujudnya 100 persen akses air minum layak.

Saat ini, cakupan pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kahuripan baru mencapai 28,01 persen di 26 dari 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.Kondisi ini menunjukkan masih diperlukannya kerja keras dan berbagai strategi perencanaan dalam usaha peningkatan akses air bersih untuk masyarakat.

Salah satu strategi untuk mendukung hal tersebut adalah mencari alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur SPAM dengan badan usaha swasta.

“Karena jika hanya mengandalkan peran Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan pemerintah daerah, ada keterbatasan pembiayaan,” kata Abdul Somad.

Leave a Comment