Gua Semar Wonosobo, Tempat Para Raja Jawa Beroleh Wangsit

thefilosofi.com – Alamat: Dieng, Kejajar, Wonosobo Regency, Central Java 56354, IndonesiaPeta Online/Google Maps: Klik DiSiniJam Buka-Tutup: 24 jamHarga Tiket Masuk (HTM): Rp2.000

Sobat traveler, negara kita memiliki beragam destinasi liburan yang layak untuk didatangi lho. Tujuannya pun beragam, ada yang café, restaurant, hotel, pantai ataupun gunung, ada juga komplek Museum, Gua Maria, Keraton, Candi, serta bekas peninggalan bersejarah lain.

Banyak antropolog yang meneliti masing-masing daerah di Negara kita. Namun, kabarnya sekalipun pekerjaan rumah mengenai penelitian di negeri sendiri ini sudah dimulai sejak bertahun-tahun yang lalu, PR besar ini belum juga selesai kawan.

Indonesia masih menyimpan sejuta misteri yang tersimpan rapi dalam kotak harta karun. Tentunya harta itu harus kita jaga dan lestarikan sehingga bisa mendukung kemajuan negara kita.

Kawan, kali ini kita juga akan membuka salah satu keistimewaan negara kita. Tidak kalah lho dengan area Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang), Cilacap, Cirebon, Tawang Mangu, dan kawasan di dekatnya. Yuk simak sedikit ulasannya dalam artikel!

Lokasi Wisata

Rekan-rekan, kita bertolak sebentar ke kawasan Jawa Tengah. Provinsi ini juga dikenal dengan lokasi dataran tinggi Diengnya kawan. Nah, di rute jalan sana juga terdapat lokasi wisata yang cocok untuk kita kunjungi, namanya adalah Goa Semar.

Goa Semar ini merupakan salah satu tempat alami yang berada di daerah Taman Wisata Alam Telaga Pengilon dan Telaga Warna yang ada di Wonosobo. Gua Semar terletak di pucuk bukit, di tengah kedua telaga.

Kita yang berasal dari Cilacap dan Cirebon, bisa kok mencarinya di Google Maps. Tidak perlu repot untuk mencari rute jalannya kawan.

Daya Tarik

Kawasan Dataran Tinggi Dieng memang sering kali dikenal sebagai ‘Eropa’nya Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Karena lokasi Dieng adalah dataran tertinggi di Jawa, kawasan ini terkenal dengan istilah Desa di Atas Awan. Hampir setiap hari selalu diliputi oleh kabut.

Bila rekan-rekan datang di bulan-bulan tertentu, bahkan kita akan merasakan suhu yang ekstrim di Dataran Tinggi Dieng. Butiran-butiran salju uga bisa kita temukan dengan mudah, tidak perlu sampai harus pergi ke luar negeri kawan.

Beberapa orang juga menganggap kawasan ini memiliki nuansa misteri atau mistis yang cukup kental. Begitupun destinasi liburan yang sedang kita bahas kali ini, Gua Semar. Kerep banget (sering sekali) cerita mitosnya dibahas di masyarakat.

Bila kawan datang ke tempat ini atau melihat beberapa foto dari internet, pasti kita sudah mengetahui bahwa mulut Gua Semar ditutupi oleh pagar besi dan pintu. Rupanya tidak semua orang bisa masuk dengan bebas ke tempat ini kawan.

Hal ini karena Goa Semar masih dianggap keramat oleh banyak orang. Beberapa cerita sejarah mengisahkan bahwa dahulu, beberapa raja serta petinggi Jawa pernah bertapa atau bersemedi di Goa Semar.

Hal ini mirip dengan apa yang terjadi di beragam kawasan serupa gua lainnya di Indonesia. Kebanyakan gua memang digunakan oleh masyarakat zaman dahulu sebagai sarana atau tempat untuk bertapa.

Salah satu tokoh politik serta pemimpin Indonesia yang pernah bertapa di Goa Semar adalah Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, pada tahun 1974.

Bila rekan-rekan mengintip dari celah diantara pagar dan pintu besi, kita akan melihat bahwa ukuran di dalam gua ternyata tidak besar-besar amat. Kira-kira luasnya hanya sekitar 4 m2. Tentunya tidak banyak yang bisa masuk berbarengan ke dalam kawan.

Sobat, bagi kita yang mengetahui asal usul serta budaya di kawasan Dataran Tinggi Dieng ataupun di wilayah Jawa, tentu rekan-rekan sudah bisa menebak bahwa segala lokasi wisata di Pulau ini kebanyakan pasti terdapat legenda.

Secara umum, masyarakat mengkaitkan legenda tentang suatu wilayah dengan cerita pewayangan Jawa. Hal yang sama juga terjadi di tempat wisata Goa Semar ini. Masyrakat juga mengkaitkannya dengan cerita wayang, yaitu tokoh Semar.

Hal ini sesuai dengan namanya, Goa Semar. Di tempat ini juga pernah dilakukan prosesi cukur rambut bagi anak berambut gimbal (atau biasa disebut anak gembel) yang ada di Dataran Tinggi Dieng.

Rekan-rekan yang ingin berkunjung ke Gua Semar, kita tidak perlu membayar biaya tiket terlalu mahal, hanya cukup memberikan uang sekitar Rp2.000 saja sebagai retribusi tempat wisata.

Selain itu, rekan-rekan juga bisa sekaligus berkunjung ke destinasi yang berada di sekitarnya seperti Gua Sumur, Penganting, serta Kuda. Masih banyak juga destinasi lain yang tidak kalah indahnya.

Ah ya, ketika berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Wonosobo, jangan sampai lupa untuk menikmati Golden Sunrise dan Sunset ya kawan. Dijamin kita akan sangat menyesal kalau sampai melewatkan momen ini selagi berada di sana.

Keindahan yang tiada tara ini layak sekali untuk diperkenalkan pada masyarakat luas, baik dengan menggunakan foto ataupun video. Kita juga bisa kok menuliskan artikel yang mengulas keindahannya juga.

Leave a Comment