7 Cara Melatih Kesabaran dalam Hidup agar Tidak Mudah Baper

thefilosofi.com – Hampir setiap hari orang dihadapkan pada situasi-situasi tertentu yang menguji kesabaran , baik di rumah, perjalanan, maupun di kantor.

Ujian kesabaran memang sulit diprediksi, bahkan orang tidak pernah tahu kapan mereka berhadapan dengan orang yang bikin baper.

Sesekali menunjukkan emosi di hadapan orang lain bukanlah masalah.

Tapi, kalau terus-menerus dilakukan, hal ini membuat diri sendiri capek dan mudah tersinggung.

Itulah mengapa setiap orang perlu belajar dan melatih kesabaran supaya tidak mudah baper walau mereka berhadapan dengan hal-hal yang menjengkelkan.

Cara melatih kesabaran

Kesabaran dalam hidup mahal harganya sebab sifat ini mempunyai berbagai manfaat apabila diterapkan dalam rutinitas.

Orang yang mampu bersabar diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan mental, lebih bijaksana atau tidak sembrono, dan memiliki kedamaian batin.

Untuk mendapatkan manfaat-manfaat yang sudah disebutkan, kesabaran bisa dilatih dengan beberapa cara yang berikut ini.

1. Berlatih mindfulness

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang menjadi tidak sabaran. Salah satunya adalah pengaruh teknologi yang menimbulkan keinginan serba instan.

Hal tersebut dikatakan psikolog klinis Scott Bea, PsyD dilansir Health Essentials Cleveland Clinic.

Ia mengatakan bahwa saat ini ada begitu banyak hal yang tersedia bagi orang secara cepat.

Sayangnya, kondisi seperti itu meningkatkan harapan namun menurunkan tingkat kesabaran.

Supaya orang tidak mudah emosi, mereka bisa berlatih mindfulness dengan berfokus pada situasi saat ini.

Mindfulness dapat dimulai dengan duduk diam sembari memerhatikan napas dan perhatikan apa yang mengalihkan perhatian dari pernapasan.

Setelah itu, tenangkan diri dan kembali ke kesadaran akan napas.

2. Menerima keadaan diri sendiri

Tidak sedikit orang yang diselimuti emosi lantaran terjebak di kemacetan ketika perjalanan pulang ke rumah atau menjalani pekerjaan yang tidak disukai.

Kendati demikian, hal seperti itu bukanlah alasan untuk mencoba sesuatu supaya hidup mengalami perubahan.

Orang yang merasa hidupnya tidak baik-baik saja bisa menerima pengalaman yang dirasakan -meski pada kenyataannya tidak menyenangkan.

3. Menerima ketidaknyamanan

Kesabaran dalam kehidupan sehari-hari bisa dilatih dengan membangun toleransi ketika merasa tidak nyaman.

Orang yang mudah tersulut emosi perlu belajar memberikan jalan bagi pengendara lain ketika di jalan raya atau tidak bertindak berdasarkan keinginan hati untuk memeriksa hape.

4. Lambatkan tempo

Tanpa disadari, sebagian orang sering kali merasa terburu-buru ketika menjalani rutinitas, baik di rumah maupun di kantor.

Namun, mereka perlu membiasakan diri untuk melambatkan diri supaya tidak menjalani segala sesuatu secara tergesa-gesa.

Memang, waktu adalah hal yang penting dalam hidup. Tapi, sadarilah bahwa ada berbagai hal yang bisa diselesaikan tanpa diburu oleh waktu.

5. Bersantai

Tidak ada salahnya untuk sesekali bersikap kekanak-kanakan atau menunjukkan perilaku yang konyol sembari tertawa lepas.

Cara tersebut membantu orang yang tidak sabaran supaya tidak menganggap dirinya dan segala sesuatu terlalu serius.

6. Terima keadaan

Kesabaran terkadang diuji ketika pekerjaan sedang tidak baik-baik saja dan hubungan yang sudah dibina kandas di tengah jalan.

Situasi seperti itu tentunya menguras emosi namun tahanlah keinginan untuk memperbaiki semuanya.

7. Jadi pendengar yang baik

Kalau ada anggapan yang mengatakan, “Manusia diberi dua telinga supaya banyak mendengar“, hal ini ada benarnya.

Pasalnya, tidak sedikit orang yang sulit mendengarkan orang lain dan ingin terus-menerus berbicara -bahkan enggan mendengar kritik dan saran.

Kesabaran yang selama ini sulit dilakukan dapat dimulai dengan belajar menjadi pendengar yang baik bagi orang lain, baik keluarga atau teman.

Dengarkanlah secara seksama dan pahami apa yang dikatakan orang lain dan jangan mudah mengambil kesimpulan.

Leave a Comment