Bocoran Sinopsis KULFI 22 Februari 2021
Bocoran Sinopsis KULFI 22 Februari 2021

Bocoran Sinopsis KULFI 22 Februari 2021

Thefilosofi.com – Seperti yang telah di bahas pada episode 42 sebelumnya, Sikander yang tengah tertidur dan menyebut-nyebut namanya ibu Kulfi. Kulfi yang mendengar saat nama ibunya disebut oleh Sikander, kaget dan terkejut,apakah Sikander pernah mencintai ibunya.

Sikanderpun terbangun lalu pergi menemui saudaranya. Cedra Gunjan ternyata bukan disebabkan oleh kecelakaan melainkan akibat didorong oleh Lovely saat menuruni tangga.

KULFI

Kemudian Sikander bertanya kenapa Lovely melakukan itu terhadapnya, Ketika Gujan akan menjawab pertanyaan Sikendar, datanglah Mahinder dan menghentikannya. Gunjanpun melempar dengan perkataan lain bahwa dia tahu Amyta merupakan putri Tevar.

Dikisahkan Kulfi sedang berada disekolah dan dia bertanya kepada gurunya mengenai arti perceraian. Diapun memahami bahwa itu berarti sebuah perceraian.

Baca Juga : Boruto Chapter 55 Komiku Id

Percakapan itupun tidak sengaja didengar oleh Amrya, lalu ia menangis dan pergi keluar ruangan. Dan pada saat bertemu Kulfi, Amrya meminta Kulfi untuk keluar dari kehidupannya dan biarkan mereka hidup damai.

Kulfipun terlihat menangis, lalu seorang penjaga mengejeknya dia khawatir kalau Sikander adalah ayahnya.

Mereka berduapun menangis saat sesampainya dirumah. Amryapun mengamuk dengan melempar semua barang yang ada disekitar kamarnya. Saat dia memberi tahu ibunya tentang apa yang terjadi disekolah.

Lovelypun mencoba menenangkannya dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah bercerai.

Lalu Kulfi pergi menemui Sikander dan bertanya tentang Nimrat, ia bertanya mengapa meninggalkannya, namun Sikander menolak untuk menjawabnya.

Sushila dan Mahinder pun memutuskan untuk pergi menemui Lovely. Namun Gunjan memohon terhadap mereka untuk tidak melakukannya.

Tony Chadda melakukan pembicaraan dengan seorang pengacara perceraiannya dan mengatakan bahwa dia akan endapatkan hak asuh anak sepenuhnya.

Kulfi menangis, begitu juga Amyra. Sushila dan Mahinder pergi untuk menemui Lovely untuk berekonsiliasi, namun dia menolak untuk berbicara terhadap mereka. Gunjan menjelaskan Lovely lah yang salah karena masih ingin berbicara. Sikander ingin berbicara dengan Kulfi tetapi ia menolak.

Sikander menekan bel untuk mendatangi Lovely di rumah orangtuanya tetapi tidak bisa menekan bel. Saat dia akan pergi, Lovely membukakan pintu.

Sikander melihat Amyra dan mendadak emosional, dia pergi untuk memeluknya. Lalu Sikander masuk ke dalam dan mempersiapkannya untuk pergi sekolah dan Lovely senang melihatnya.

Amryapun pergi kesekolah dengan di antar oleh Sikendar,Kulfi juga bersiap untuk pergi kesekolah dan dia marah. Amrya melepaskan tangan ayahnya lalu menghampiri ibunya.

Sikander terlihat meratapi, dengan medali putrinya dan diapun menangis. Sementara Gunjan dan Mahinder bersiap-siap untuk kamp donor darah. Gunjanpun bertanya apakah Sikander siap mengadapi Lovely dan orangtuanya.

Demi sebuah pencitraan dimata publik orang tua Lovely meminta agar segera pergi ke kamp untuk donor darah. Namun di kamp Amrya merasa kesal.

Namun berbeda dengan Kulfi, ia sangat senang melihat banyak orang di kamp. Lovely dan Amrya juga ada di kamp donor darah, mereka melihat Sikander bersama Kulfi.

Lovely dan Amyra, yang sedang berada di kamar sebelah, mendengar perawat itu. Amyra memberi tahu terhadap perawat bahwa dirinya adalah putri Sikander dan bukan Kulfi.

Perawat itu memberi tahu Lovely dan Sikander bahwa tekanan darahnya tinggi sehingga mereka tidak dapat mendonorkan darah. Sikander meminta Lovely untuk menyelesaikan tesnya. Dia tidak mendengarkannya namun Sikander mengatakan peduli terhadapnya dan khawatir. 

Lovely memberikan pertanyaan pada Sikander mengapa ia tidak bisa mengubah hubungan mereka menjadi lebih kuat. Dan Lovely menjelaskan kepadanya bahwa dia selalu mencintai Nimrat.

Lovely memberi tahu Sikander, bahwa dia tidak akan pernah mempercayainya bahwa kematian Nimrat adalah murni kecelakaan dan dirinya tidak pernah membunuhnya dengan sengaja. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.